BERADU DENGAN MIMPI
Manusia itu seolah berada pada dua tepian, selalu ada diujung masa lalu, dan tinggal selangkah untuk menuju masa yang akan datang. sekalipun baru sedetik yang telah terlewatkan, maka sebenarnya sedetik yang lalu itu telah menjadi sejarah yang kadang belum tertuliskan.
Banyak kemudian cerita-cerita akan kepahlawanan yang luar biasa di Indonesia yang tak sempat terbahasakan. sebagaimana pertarungan para pemuda indonesia, yang tidak sekedar didasari oleh cinta negeri semata, tapi juga merupakan bentuk Jihad atas agama Allah. bagaimana para pasukan santri di bawah asuhan para kyai ketika Palagan Ambarawa menjadi pionir-pionir yang luar biasa untuk menumpas segala bentuk perlawanan dari bangsa Belanda. teks ini terasa hilang dari perputaran arus sejarah yang luar biasa cepatnya, ketika tidak tertuliskan dalam pena emas menyongsong masa-masa kejayaan.
Setiap dari diri kita ini merupakan bagian dari sejarah, lebih kecil lagi kita adalah para pelaku sejarah. ini berarti, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk nantinya menjadi pribadi yang biografinya tertuliskan singkat dengan stempel tanda penghormatan. satu dengan yang lain akan memiliki kesempatan sejarah yang sama yang hadir dibelakangnya, dan satu dengan yang lain akan memiliki kesempatan masa depan yang sama pula dilihat dari masa yang akan terus hadir sebagai rahasia dihadapannya.
MAKA SEJARAH DAN MASA DEPAN ITU
Tidak, kita tidak akan mempersolakan lebih panjang tentang masa yang telah berlalu, tidak pula mencoba berkhayal terlewat tinggi untuk masa yang akan datang. tapi kita sedang dalam upaya membebaskan fikiran untuk saat ini mencoba memberikan warna ditiap sudut yang kita punya. seolah mencoba terus dan terus membisikkan dalam kepala "jikalau kita kehilangan sebuah kesempatan, maka ciptakanlah kesempatan itu!". diksi yang sangat sederhana untuk dituliskan dalam brankas niat adalah "Berubahlah", namun jikalau mencoba lebih filosofis maka akan tergores "Bernuansalah".
Sejarah selamanya akan terus berlalu, tapi tidak dengan ceritanya. cerita itu bisa saja terlewatkan, tapi tidak jika begitu sohor kapasitas pemerannya. pandangan tuk tertuliskan sejarah ini bisa jadi merupakan jalan yang kemudian tersusun rapi sebagai jembatan atas fase-fase yang belum terlaksana, ya itulah mimpi. menjadi sebuah arsitek yang tangguh terhadap mimpi melalui jalan terselubung dengan perpaduan indah atas keseharian serta momentum yang selalu menyajikan nuansa-nuasa yang fenomenal dan menyejarah. dimulai dari kita yang berjalan diatasnya, untuk waktu yang selanjutnya. namun jikalau jalan itu saja tidak terniatkan untuk disikap, serta membebaskan diri agar gelombang waktu menghempas-ratakan beragam bentuk puzzle sisa perjalanan, maka inilah yang bisa disebut dengan pemuda yang dilupakan oleh zaman.
Terakhir, menyejarah itu layaknya sebuah pilihan... maka bernuansalah.
Bumi Allah
Arief Budi L
18-01-2011
Untuk Semua
Tidak ada komentar:
Posting Komentar