Untukmu Aksara hatiku

Kepadamu yang memiliki hati, izinkan aku sedikit berbisik dalam aksara ini. Karena lantunannya tidak sekedar dengan tulisan, atau dipandang sekilas cukup melalui bacaan. Sungguh yang dibawa disini tidak lebih tidak kurang benar-benar dipersembahkan melalui perasaan. Karena dirimu begitu berharga..

Kamis, 17 Februari 2011

Sampai malam pasti dikalahkan pagi

SAMPAI MALAM PASTI DIKALAHKAH PAGI
-------------------------------------------------------

             Suasana siang hari itu akan bergantung pada bagaimana kita memulai pada paginya. Dan indahnya hari esok itu, bisa kita jumpai begitu lengkap dengan menyimpan harapan pada hari sebelumnya. Harapan itu akan selalu ada, dan yang seperti inilah sebuah peristiwa dalam hidup yang bisa dikatakan sebagai usaha tuk menjemput lebih awal segala sesuatunya.

             Naungan hidup akan selalu berorientasi pada 3 hal. Masa lalu, kini, serta waktu yang akan datang. Ada kaitan yang begitu jelas antara 3 moment ini. Meskipun sifatnya bukanlah sekedar ketergantungan, tapi bentuknya lebih tepat sebagai suatu keutuhan. Masa yang lalu akan menjadi ilmu dan cerita, masa kini akan berbentuk rindu dan upaya, dan waktu yang akan datang akan jadi bingkai atas hasil dan warna-warninya.

             Saya yakin akan tiba waktunya kita akan menjumpa, periode ini akan terbahasakan lebih mudah dengan berupa sebuah rasa yakin, bahwa masa pribadi yang jahiliah akan selalu dapat berganti menjadi era pribadi yang bersinar begitu indah. Lebih tepatnya, setiap orang memang memiliki masa lalunya, namun akan selau berhak atas kebaikan tuk masa depannya. Sekali lagi kita semua berhak, karena Ini semua adalah tentang perubahan. Hanya saja yang perlu sedikit kita lakukan adalah untuk menjemput perubahan itu.

LINGKAR PEDULI DAN LINGKAR KEMAMPUAN

            Manusia itu memiliki dua macam lingkaran didalam dirinya. Lingkar Peduli dan Lingkar Kemampuan. Ketika pertama kali terpilihnya Abu Bakar sebagai Khalifah di Bumi Allah, ia sempat berdalih dengan mengatakan bahwasannya Umarlah yang paling pantas dilihat dari sepak terjangnya. Namun para sahabat memiliki pandangan yang lebih kompleks, salah satu diantaranya adalah tentang lingkar peduli serta lingkar kemampuan yang ada dalam dirinya

            Ada sebuah batasan tipis antara tingkat keinginan dan harapan (lingkar peduli) serta tingkat kemampuan dan kendali (lingkar kemampuan). Lahirnya sebuah keinginan ini didasarkan atas tumbuhnya rasa peduli. Dan tujuan dari ungkapan kepedulian ini pada akhirnya harus selalu beriringan dengan apa itu yang disebut dengan lingkar kemampuan. Kalau saja manusia itu melayang terlampau tinggi pada perluasan lingkar peduli tanpa diiringi ukuran lingkar kemampuannya, maka dia hanya akan terjatuh pada lembah angan-angan tak berkesudahan. Sebaliknya jikalau seseorang itu tenggelam lebih dalam pada meluaskan lingkar kemampuan tanpa diiringi dengan bertambahnya batasan lingkar kepedulian, maka dia hanya akan tenggelam pada kekecewaan atas raihan-raihan yang begitu banyak ia sia-siakan. Porsi yang benar adalah menentukan ukuran yang tidak sekedar sama rata, tapi menentukannya dengan sesuai kebutuhannya. Bisa jadi yang satu lebih tinggi, atau mungkin yang lain lebih tepat untuk jadi yang paling atas.

             Mengapa demikian, pergulatan antara lingkar peduli dan lingkar kemampuan ini akan digarisi oleh sebuah ketentuan yang disebut dengan realita. Selamanya kita tidak bisa membunuh akan segala kemungkinan dari realita, tapi kita mampu untuk berjalan beriringan bersamanya, menemukan jalan didepan bersamanya, dan membentuk impian itu secara strategis juga bersamanya. Karena terlewat realistis itu sangatlah dekat dengan rasa pesimistis. Sehingga tak salah jika kita mencoba tuk sedikit bertoleransi dengan apa itu realita, namun tetap dalam naungan selalu optimis menuju tujuan yang idealnya.

BERHARAP, DAN PERUBAHAN ITU AKAN SELALU ADA


             Yang membedakan antara orang yang beriman dengan tidak, salah satunya adalah dengan masih adanya harapan didalam dadanya. Putus asa itu manusiawi, namun jangan sampai kita kehilangan asa itu. Sambunglah dan temukan jalannya untuk kemudian terus berlari kembali. bukan sebagai mentari yang dikalahkan malam, tapi malam yang dikalahkan pagi. lebih terang, dan memang menggantikan gelap yang lalu, tak bersisa.

             Hari-hari indah esok akan selalu siap tuk dilamar, pertanyaanya adalah seberapa baik kita menyiapkan saat ini untuk dijadikan sebagai mahar.



Bumi Allah
Arief Budi
07-02-2011
Untuk Semua

Beradu dengan Mimpi

BERADU DENGAN MIMPI

         Manusia itu seolah berada pada dua tepian, selalu ada diujung masa lalu, dan tinggal selangkah untuk menuju masa yang akan datang. sekalipun baru sedetik yang telah terlewatkan, maka sebenarnya sedetik yang lalu itu telah menjadi sejarah yang kadang belum tertuliskan.

         Banyak kemudian cerita-cerita akan kepahlawanan yang luar biasa di Indonesia yang tak sempat terbahasakan. sebagaimana pertarungan para pemuda indonesia, yang tidak sekedar didasari oleh cinta negeri semata, tapi juga merupakan bentuk Jihad atas agama Allah. bagaimana para pasukan santri di bawah asuhan para kyai ketika Palagan Ambarawa menjadi pionir-pionir yang luar biasa untuk menumpas segala bentuk perlawanan dari bangsa Belanda. teks ini terasa hilang dari perputaran arus sejarah yang luar biasa cepatnya, ketika tidak tertuliskan dalam pena emas menyongsong masa-masa kejayaan.

          Setiap dari diri kita ini merupakan bagian dari sejarah, lebih kecil lagi kita adalah para pelaku sejarah. ini berarti, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk nantinya menjadi pribadi yang biografinya tertuliskan singkat dengan stempel tanda penghormatan. satu dengan yang lain akan memiliki kesempatan sejarah yang sama yang hadir dibelakangnya, dan satu dengan yang lain akan memiliki kesempatan masa depan yang sama pula dilihat dari masa yang akan terus hadir sebagai rahasia dihadapannya.

MAKA SEJARAH DAN MASA DEPAN ITU

           Tidak, kita tidak akan mempersolakan lebih panjang tentang masa yang telah berlalu, tidak pula mencoba berkhayal terlewat tinggi untuk masa yang akan datang. tapi kita sedang dalam upaya membebaskan fikiran untuk saat ini mencoba memberikan warna ditiap sudut yang kita punya. seolah mencoba terus dan terus membisikkan dalam kepala "jikalau kita kehilangan sebuah kesempatan, maka ciptakanlah kesempatan itu!". diksi yang sangat sederhana untuk dituliskan dalam brankas niat adalah "Berubahlah", namun jikalau mencoba lebih filosofis maka akan tergores "Bernuansalah".

          Sejarah selamanya akan terus berlalu, tapi tidak dengan ceritanya. cerita itu bisa saja terlewatkan, tapi tidak jika begitu sohor kapasitas pemerannya. pandangan tuk tertuliskan sejarah ini bisa jadi merupakan jalan yang kemudian tersusun rapi sebagai jembatan atas fase-fase yang belum terlaksana, ya itulah mimpi. menjadi sebuah arsitek yang tangguh terhadap mimpi melalui jalan terselubung dengan perpaduan indah atas keseharian serta momentum yang selalu menyajikan nuansa-nuasa yang fenomenal dan menyejarah. dimulai dari kita yang berjalan diatasnya, untuk waktu yang selanjutnya. namun jikalau jalan itu saja tidak terniatkan untuk disikap, serta membebaskan diri agar gelombang waktu menghempas-ratakan beragam bentuk puzzle sisa perjalanan, maka inilah yang bisa disebut dengan pemuda yang dilupakan oleh zaman.

 Terakhir, menyejarah itu layaknya sebuah pilihan... maka bernuansalah.



Bumi Allah
Arief Budi L
18-01-2011
Untuk Semua